Merasakan Nikmatnya Jatuh Cinta yang Sesunggunya

 Iqra' [Bacalah] merupakan anjuran Allah untuk diimplementasikan dalam kehidupan. Dan itu merupakan ayat pertama kali yang diturunkan.  Usai itu barulah ayat demi ayat turun secara berangsur-ansur hingga sebagimana saat ini; al-Qur'an. Allah mewayuhkan kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril tiada lain untuk dibaca dan dijadikan pedoman untuk mengatur umat manusia berkehidupan sesuai anjuran. Maka tepatlah adanya, iqra' sebagai ayat kali pertama yang diwahyukan.

    Sumber Ilustrasi : freepik.com

Jika tidak demikian? Lantas, mau diapakan al-Qur'an? Tontonan? Pajangan? Tentu Nabi Muhammad, apalagi kita, akan kelinglungan, yang tidak tau mau diapakan!

Dengan itulah, Allah memperjelas sebagaimana yang telah tertera dalam al-Qur'an, "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan" supaya kita mengetahui dan memahami isi dan kandungan al-Qur'an. Supaya kita tidak berada pada jalan kesesatan.

Selain itu pula, sebenarnya Allah ingin mengajarkan pada kita agar membiasakan membaca. Membaca tak sekedar membaca. Tapi juga mesti kita pahami apa yang telah dibaca.  Dan membaca bukan hanya yang tertulis saja. Membaca juga apa yang ada disekeliling kita. Ya, selayaknya waktu kecil dahulu yang bertanya pada guru kita; siapa yang menciptakan kita? Kenapa bumi itu ada? Apakah bumi dan langit yang menciptakan manusia? Ataukah semuanya ciptaan Allah Subhanaallah Ta'ala? 

Andai saja, sewaktu-waktu pertanyaan itu terjadi pada kita. Dan sayangnya, kita tak rajin membaca. Jangankan membaca buku yang berserakan di rumah kita. Atau mirisnya, tak ada buku di rumah kita meski hanya satu saja. Ditambah  Al-Qur'an dibiarkan begitu saja. Tak peduli meski banyak debu bertaburan di cover hingga isinya. Bukan hal mustahil, jika kita tak punya banyak referensi, pengalaman, atau pengetahuan yang mampu menjawab atau mematahkan pertanyaan atau argumentasinya.  Apakah kita bangga ditertawakan oleh anak didik kita? Andai kita tahu, hal demikian kerapkali terjadi dalam kehidupan kita,  dan bukan lagi hal yang langka.  Dan Tidak hanya terjadi di dunia pendidikan saja, tapi juga sering terjadi di rumah kita.

Maka itulah, Marilah kita membaca. Bacalah apa yang ingin kita baca. Meski buku tentang bucinisme atau novel tentang cinta. Awal-awal tak apa-apa untuk memancing minat baca kita. Jika sudah rakus dan merasakan pahit manisnya membaca. Secara otomatis diri kita menuntut sendiri untuk membaca yang lainnya juga. Dan dari situ pulalah, kita akan 'merasakan nikmatnya jatuh cinta yang sesunggunya' pada membaca, meski sebelumnya tak pernah bernafsu melihatnya, apalagi membacanya.

Selamat membaca! 😊

_____________________
*) Tulisan ini pernah diposting di tulisancm.blogspot.com yang merupakan blog pribadi penulis dengan judul: " Iqra' "


A. Hendra Purnomo
A. Hendra Purnomo Pemuda yang mempunyai tekad untuk terus ber-DUIT (Doa, Usaha, Iktiyar, Tawakkal) membiasakan diri dengan membaca dan menulis dimanapun termasuk di Blog Pribadinya: www.tulisancm.blogspot.com

Tidak ada komentar untuk "Merasakan Nikmatnya Jatuh Cinta yang Sesunggunya"